Akibat Odol, Sejumlah Jalan Rusak Dishub Kabupaten Paser Terkesan Tutup Mata

Akibat Odol, Sejumlah Jalan Rusak Dishub Kabupaten Paser Terkesan Tutup Mata
Caption : Jumriansyah Talib Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Paser

PASER - Dinas Perhubungan Kabupaten Paser mendapat banyak keluhan dari berbagai pihak terkait rusaknya sejumlah jalan didalam ataupun luar Kota akibat adanya kendaraan yang mengangkut barang secara berlebihan, dikenal dengan istilah over dimension overload (ODOL). Sebab, kendaraan yang membawa beban berlebih bisa merusak jalan raya dan sangat membahayakan pengguna kendaraan lain serta sangat rentan terjadi Lakalantas

Tak hanya masyarakat umum, keluhan juga datang dari Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Jumriansyah Talib kepada jurnalis indonesiasatu.co.id, mengungkapkan, infrastruktur seperti jalan yang dibangun dengan APBD mudah rusak di jalur-jalur yang dilewati kendaraan berat yang kerap membawa beban berlebihan. Jelas Jumriansyah Senin (05/07/21)

Menurutnya Dishub harus lebih sigap terkait permasalahan banyaknya jalan yang rusak di Kab. Paser. Sementara itu, Pemerintah Daerah harus mengeluarkan anggaran hingga puluhan miliaran rupiah per tahun untuk mengatasi kerusakan jalan akibat truk ODOL. Ungkapnya

Dirinya menjelaskan, kendaraan truk ataupun yang over dimensi harus dinormalisasi serta disesuaikan dengan keadaan infrastruktur jalan yang ada dalam kota Grogot

"Seharusnya Kendaraan yang kelebihan muatan atau overload, haruslah diberikan sangsi tegas oleh Dinas Perhubungan Kab. Paser berupa teguran, ditilang, harus melakukan transfer muatan atau dihentikan sementara untuk tidak boleh melanjutkan perjalanan" kata Jumriansyah

Jika merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 307. Setiap orang yang mengemudikan angkutan umum barang dan melanggar tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan akan dikenakan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. Pemerintah pun haruslah memastikan keselamatan bertransportasi melalui UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ pasal 204 ayat 1

Dia menambahkan, pihak Dishub Paser agar tidak tutup mata dan melakukan pembiaran terhadap kendaraan yang melintas melebihi tonase (overload), untuk itu kami berharap Dishub yang telah berkompeten terhadap permasalahan ini, segera turun kelapangan bila perlu tindak tegas terhadap kendaraan yang bertonase besar, mengingat jalan ini hanya di gunakan untuk memudahkan masyarakat beraktivitas dan bukan untuk kendaraan tonase bermuatan lebih. Tutup Jumriansyah (**)

Fahmi

Fahmi

Previous Article

Satlantas Polres Paser Diminta Tertibkan...

Next Article

Awas., Ada Lubang Dekat Kantor Pemda dan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 203

Postingan Tahun ini: 203

Registered: Apr 8, 2021

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 179

Postingan Tahun ini: 179

Registered: May 25, 2021

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 134

Postingan Tahun ini: 134

Registered: Aug 19, 2021

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 118

Postingan Tahun ini: 118

Registered: Jul 10, 2020

Profle

soniyoner

Empat Rumah Warga Kampung Lubuk Begalung kecamatan Lengayang Dipagar Kawat Berduri Oleh warganya sendiri.
Lempar Petugas Patroli Saat Malam Pergantian Tahun, Dua Pemuda di Nagekeo Diamankan
Baru Seminggu Menjabat, Kapolres Tanah Datar Ringkus 6 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Sehari Usai Dilantik, Kades Pappalluang Ditahan di Polres Jeneponto, Begini Kasusnya

Follow Us

Recommended Posts

Mendes PDTT: Kestabilan Harga Pangan Percepat Pencapaian Tujuan Pembangunan Sustainable Development Goals (SDGs)
4 Keuntungan Menggunakan Sistem dan Aplikasi ERP untuk Perusahaan
Menkominfo Adopsi Teknologi Dorong Tingkatkan Keterampilan Digital
Ditjen IKP dan Biro Humas Kementerian Kominfo Gelar Bimtek Penulisan Siaran Pers
Ombudsman Kaltim Ikut Berduka Atas Tragedi Maut Di Perempatan Muara Rapak