Bersusah Payah Berharap BPUM, Pemohon Merasa Dikecewakan BRI Unit Kerang

Bersusah Payah Berharap BPUM, Pemohon Merasa Dikecewakan BRI Unit Kerang
caption : Bukti Reservasi Penerima BPUM

PASER - Pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) melalui BRI yang kabarnya diperpanjang hingga Desember 2021, sebagaimana instruksi Kementerian Koperasi dan UKM RI agar masyarakat penerima bantuan dapat mengambil haknya di kantor BRI terdekat dengan leluasa dan penerima BPUM dapat mengecek terlebih dulu status bantuan yang diterima melalui laman https://eform.bri.co.id/bpum secara online. Hingga kedepannya diharapkan nasabah tidak hanya menggunakan sarana pengecekan penerima BPUM melainkan sekaligus untuk mendapatkan kuota antrean yang bisa mengepektifkan waktu sekaligus mempermudah pelayanan pada masyarakat yang mengikuti program-program BPUM yang diselenggarakan tersebut.

Namun pelayanan tersebut "tampaknya tidak berjalan secara mulus dan tidak sesuai panduan", hingga dirasa  Bakran (56 tahun) Suami dari Harmawati yang merupakan salah satu nasabah calon penerima BPUM di  BRI Unit Kerang Jln.Profinsi Kel.Kerang RT 03, Kec.Batu Engau. Sangat jauh dari hal yang diharap malah terkesan mengecewakan.

Bagai mana tidak, Bakran yang sehari-harinya sebagai pedagang. Sejak Jum, at 23 Juli 2021 pukul 05.00 WITA, terpaksa harus  meninggalkan usaha dagangnya demi dapat menemani sang istri bergegas ke BRI Unit Kerang agar bisa mendapatkan bantuan dana BPUM disesampainya tempat yang dituju tersebut. 

"Padahal saya melihat istri saya sudah menyampaikan SMS di Hp kepada pihak Bank BRI. Istri saya dalam SMS tersebut diperintahkan Ke BRI Unit Kerang dan menunjukan SMS pemberitahuan yang ada kepada petugas setempat. Namun jawaban yang ada malah kami cuma dikasi tau bahwa dana tersebut hanya bisa dicairkan sekali dan sudah tidak bisa dicairkan lagi", ujar Bakran.

Harusnya jika memang dana bantuan tersebut tidak bisa dicairkan dan atau hanya bisa sekali dicairkan, untuk apa ada pemberitahuan kami disuru menuju BRI unit kerang terkait adanya BPUM ini, imbuh Bakran.

'Ini kan sama aja menyusahkan orang susah. Sudah tau orang yang mengajukan BPUM ini berharap dapat dana tambahan agar bisa mengatasi kesusahan. Ini kok malah di PHP hingga kita menghabiskan waktu, tenaga dan biaya" ujarnya dengan ekspresi kesal.

Lebih lanjut Bakran yang berjumpa dengan awak media Jurnalis indonesiasatu.co.id Jum, at (23/07/21) pukul 15:00 WITA menyatakan, ia sengaja meminta hal ini diliput agar tidak ada lagi orang-orang awam dan susah semacam dirinya yang mengajukan bantuan dengan berharap mendapatkan keringanan atas bantuan, malah menjadi lebih terbenani oleh prosesur dan importasi yang menurutnya sangat merepotkan. (*bp)

F.M. Ali Paser

F.M. Ali Paser

Previous Article

Di Masa Pandemi, Masjid Agung Kabupaten...

Next Article

Polres Paser Kembali Ringkus Jaringan Narkoba

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 202

Postingan Tahun ini: 202

Registered: Apr 8, 2021

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 179

Postingan Tahun ini: 179

Registered: May 25, 2021

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 132

Postingan Tahun ini: 132

Registered: Aug 19, 2021

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 118

Postingan Tahun ini: 118

Registered: Jul 10, 2020

Profle

Afrizal verified

Ini Nama - Nama Pejabat Eselon III dan IV yang Dilantik Walikota Sungai Penuh
Lempar Petugas Patroli Saat Malam Pergantian Tahun, Dua Pemuda di Nagekeo Diamankan
Baru Seminggu Menjabat, Kapolres Tanah Datar Ringkus 6 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Sehari Usai Dilantik, Kades Pappalluang Ditahan di Polres Jeneponto, Begini Kasusnya

Follow Us

Recommended Posts

Mendes PDTT: Kestabilan Harga Pangan Percepat Pencapaian Tujuan Pembangunan Sustainable Development Goals (SDGs)
4 Keuntungan Menggunakan Sistem dan Aplikasi ERP untuk Perusahaan
Menkominfo Adopsi Teknologi Dorong Tingkatkan Keterampilan Digital
Ditjen IKP dan Biro Humas Kementerian Kominfo Gelar Bimtek Penulisan Siaran Pers
Ombudsman Kaltim Ikut Berduka Atas Tragedi Maut Di Perempatan Muara Rapak